Rabu, 06 Mei 2015

Drama Anekdot (Kampanye Capres)

Hari ini adalah hari yang sangat penting dan berarti bagi para Calon Presiden Indonesia atau lebih familiar dengan sebutan Capres.Hari ini adalah saatnya untuk para calon presiden untuk mengkampanyekan dan mempresentasikan program – program yang akan diusungnya nanti. 

Beberapa kandidat Capres telah terlihat memasuki ruang tunggu, menunggu panggilan MC memanggil nama mereka masing – masing. Mereka sangat terlihat senang, namun juga terlihat sedikit gusar. Bahkan beberapa kandidat terlihat sibuk komat kamit membaca secarik kertas yang berisi rangkuman pidato mereka nanti.

MC : “Baiklah sekarang kita sambut calon pemimpin kita yang pertama, seorang pria perkasa, elegan, dan berkarisma, asli keturunan Banten. Dan, kabarnya beliau disebut – sebut sebagai orang pertama di Indonesia yang memiliki sepatu dengan harga 2 milyar! Inilah dia Sang Raja dari kota Banten sana, Raja Busyuk Hasyim”

Raja Busyuk memasuki panggung dengan jalan terpincang – pincang sambil melambai – lambaikan tangan kea rah penonton.

Raja : “Selamat pagi, Indonesia!”

MC : “Ehhm, Raja maaf sebelumnya, saya penasaran. Apa yang telah terjadi kepada kaki Raja?”

Raja : “Oh kaki saya, kaki saya kemarin terkilir pas saya lagi meeting di Paris.”

MC : “Oh, ngomong – ngomong, raja beli apa aja dari Paris?”

Raja : (Senyum – senyum angkuh)” beli sepatu mahal pastinya, itu loh Suart Weitzmani, biasalah buat ketemu pejabat besar.”

MC : “Owww! Hebat sekali ya Raja, beli sepatu aja sampai melancong ke Paris. Padahal di cibaduyut banyak.”

Raja : “Oh iya pasti, secara kan saya orang kaya. Cibaduyut mah.. Yaaah.. Ecek ecek.. Mas, bay de wey, kapan saya kampanye-nya?”

MC : “Oh iya, silahkan raja naik ke podium”

Raja : (Raja sibuk membuka, dan membolak-balik secarik kertas) “Rakyat – rakyat Indonesia! Pilihlah saya jadi pemimpin kalian semua! Saya berjanji harga sepatu kualitas internasional di Indonesia akan turun hingga 100%. Dan saya pastikan peredaran sepatu KW buata Cina, kembali lancar. Mari kita buat perubahan bagi bangsa ini, kita buat Indonesia menjadi Negara yang kece, yang aduhai, dan enak di pandang. Coblos saya, Raja Busyuk Hasyim. Tapiiii, jangan coblos di bagian fotonya ya, sayang foto sebagus dan sekeren gitu masa di tusuk – tusuk pake paku. Jadi coblos sajalah foto capres yang paling jelek, macam pendekar kemeja kotak dari partai moncong buaya putih. SEKIAN DAN TERIMA KASIH!”

Setelah Raja Busyuk turun dari panggung, tanpa ba bi bu, dan instruksi MC terlebih dahulu, masuklah seorang pria berkemeja kotak – kotak dengan langkah terburu – buru dengan wajah berapi – api seperti menyimpan kemarahan.

Jono : “Dasar kau Raja Siluman, wajah unyu gini di bilang jelek. Ngaca sana Raja, punya wajah rekayasa aja sombong kau! Heiii Endonesia! Saya, saya Jono Widodol pelopor Anti-Banjir, pencetus lascar belusukan, siap untuk menciptakan perubahan bagi bangsa ini. Mari kita lunasi segera hutang – hutang Endonesia ke beberapa Negara rentenir seperti Amerika,  ayolah kita mulai tingkatkan kualitas orang Endonesia dengan gratis sekolah sampai lulus S1, dan untuk mewujudkan visi itu, maka rakyat Endonesia harus menerima pajak di naikan sampai 100%, dan harus di bayar setiap hari. Endonesia! Pastikan kalian pilih saya!!!”

Jono Widodol turun dari podium dan meninggalkan panggung dengan lari – lari kecil.

MC : “Nah inilah calon presiden yang baik, walaupun belum di panggil tapi sudah punya kemauan untuk datang sendiri. Inilah yang disebut orang yang mandiri. Jangan pernah tepuk tangan untuk bapak Jono Widodol. Baiklah, untuk mengefektifkan waktu, marilah kita panggil kandidat capres kita yang ke tiga, Bapak Eceng Fiss-ahh”

Lalu datanglah seorang pria dengan sebuah kopiah beludru naik ke atas panggung, lalu menaiki podium.

Eceng : “Assalamualaikum Wr. Wb. Rakyat Indonesia, masih ingatkah anda kepada saya?  Jika tidak, tak apalah karena saya jarang sekali tampil di hadapan publik, mentalak saja saya lakukan lewat sms. Saudara – saudari ku semua, pilihlah saya menjadi pemimpin kalian, saya berjanji tidak akan menikahi anak lulusan SMA lagi, tapi jika kepepet, daripada tidak bertanggung jawab, lah harap di maklum.”

Belum juga lama berada di atas podium, dan belum juga selesai menyampaikan semua visi dan misinya, terdengar suara handphone dari saku celana bapak Eceng berdering.

Eceng : “Maaf semua ya. (Menekan tombol handphone) Hallo? Mengggangu saja kamu. Apa? SPP?... pusing aku ngurusin kamu, hari ini, menit ini, dan detik ini juga, saya TALLAK kamu, bocah!”

Tanpa ada salam penutup, Eceng meninggalkan panggung begitu saja.

MC : “Ya ampun, gak nyangka aku, udah tua gitu, masih banyak ABG yang ngebet sama dia. Oohhh akhirnya sampai juga kita pada kandidat terakhir kita, langsung saja kita sambut, Haji Roma Kepala!!!”

Seorang pria, dengan gagahnya naik ke atas panggung.

Roma : “Assalamu’alaikum… Saudara – saudara ku semua, disini saya tidak akan panjang – panjang mengkampanyekan diri dan partai saya, saya hanya akan bilang MENCOBLOS SAYA, BERARTI 2 LEMBAR UANG BERWARNA MERAH MUDA, AKAN MASUK KE SAKU SAUDARA SEMUA. Wasalamu’alaikum Wr. Wb.


Makna Cerita :
Jadi pada masa ini, kebanyakan para calon pemimpin Negara sering melakukan hal yang tidak pantas dan tidak sportif saat berkampanye. Mereka seringkali bersaing dengan cara yang tidak sehat, mulai dengan cara menyogok rakyat untuk kemenangan diri mereka sendiri, memberikan janji palsu, dan yang paling signifikan adalah kebanyakan dari mereka seringkali mencalonkan diri menjadi pemimpin hanya untuk memperoleh kebahagiaan dan kesejahteraan hidup mereka sendiri, tanpa memikirkan hidup dan kemajuan rakyat yang di pimpinnya.

Karya & Sutradara
Octa Ridwan Pratama

Anggota Kelompok dan Pemeranan :
- Christian                    : MC
- Akhtar                        : Raja Busyuk Hasyim
- Dimas                         : Jono Widodol
- Kevin                          : Eceng Fiss-ahh
- Dani                            : Roma Kelapa

!!!!! SUDAH DI FILM KAN !!!!!